Intensitas Gelombang Elektromagnetik

Intensitas Gelombang Elektromagnetik
Gelombang Elektromagnetik. Powered by Blogger.

Translate

Intensitas Gelombang Elektromagnetik

Energi rata-rata per satuan luas yang dirambatkan oleh gelombang elektromagnetik disebut dengan intensitas gelombang elektromagnetik

Intensitas tersebut sebanding dengan harga maksimum medan magnet (B) dan sebanding pula dengan harga maksimun medan listriknya (E).


Kedua medan listrik dan medan magnet tersebut saling tegak lurus, merambat kearah sumbu X.

Gejala gelombang elektromagnetik baru dapat ditunjukkan beberapa tahun setelah Maxwell meninggal oleh : H.R. Hertz.


Gelombang Elektromagnetik

Bila dalam kawat PQ terjadi perubahan-perubahan tegangan baik besar maupun arahnya, maka dalam kawat PQ elektron bergerak bolak-balik, dengan kata lain dalam kawat PQ terjadi getaran listrik.

Perubahan tegangan menimbulkan perubahan medan listrik dalam ruangan disekitar kawat, sedangkan perubahan arus listrik menimbulkan perubahan medan magnet.
Perubahan medan listrik dan medan magnet itu merambat ke segala jurusan.

Karena rambatan perubahan medan magnet dan medan listrik secara periodik maka rambatan perubahan medan listrik dan medan magnet lazim disebut : GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK.

Percobaan-percobaan yang teliti membawa kita pada kesimpulan : 

  1. Pola gelombang elektromagnetik sama dengan pola gelombang transversal dengan vektor perubahan medan listrik tegak lurus pada vektor perubahan medan magnet.
2. Gelombang elektromagnetik menunjukkan gejala-gejala : Pemantulan, pembiasan, difraksi, polarisasi seperti halnya pada cahaya.

3. Diserap oleh konduktor dan diteruskan oleh isolator.

4. Gelombang elektromagnetik lahir sebagai paduan daya imajinasi dan ketajaman akal pikiran berlandaskan keyakinan akan keteraturan dan kerapian aturan-aturan alam.

Hasil-hasil percobaan yang mendahuluinya telah mengungkapkan tiga aturan gejala kelistrikan :
Hukum Coulomb
:
Muatan listrik menghasilkan medan listrik yang kuat.
Hukum Biot-Savart
:
Aliran muatan (arus) listrik menghasilkan medan magnet disekitarnya.
Hukum Faraday
:
Perubahan medan magnet (B) dapat menimbulkan medan listrik (E).
Didorong oleh keyakinan atas keteraturan dan kerapian hukum-hukum alam, Maxwell berpendapat :
Masih ada kekurangan satu aturan kelistrikan yang masih belum terungkap secara empirik.

Jika perubahan medan magnet dapat menimbulkan perubahan medan listrik maka perubahan medan listrik pasti dapat menimbulkan perubahan medan magnet, demikianlah keyakinan Maxwell.

Dengan pengetahuan matematika yang dimilikinya, secara cermat Maxwell membangun teori yang dikenal sebagai teori gelombang elektromagnetik

Baru setelah bertahun-tahun Maxwell tiada, teorinya dapat diuji kebenarannya melalui percobaan-percobaan. Menurut perhitungan secara teoritik, kecepatan gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada permitivitas dan permeabilitas.
Oleh sebab itu Maxwell mempunyai cukup alasan untuk menganggap cahaya adalah gelombang elektromagnetik.
Oleh karena itu konsep gelombang elektromagnetik ini merupakan penyokong teori HUYGENS tentang cahaya sebagai gerak gelombang.

Pengertian Gelombang Mekanis

Gejala mengenai gerak gelombang banyak kita jumpai sehari-hari. Kita tentu mengenal gelombang yang dihasilkan oleh sebuah benda yang dijatuhkan ke dalam air, sebab hal itu mudah kita amati.

Di dalam perambatannya ada gelombang yang memerlukan medium perantara, misalnya gelombang air, gelombang bunyi. Tetapi ada juga yang tidak memerlukan medium perantara, misalnya gelombang cahaya dan gelombang elektromagnet.

Di dalam bab ini dibahas hanyalah gelombang di dalam medium yang lenting yang disebut : Gelombang Mekanis.



Karena sifat kelentingan dari medium maka gangguan keseimbangan ini dirambatkan ketitik lainnya.

Jadi gelombang adalah usikan yang merambat dan gelombang yang bergerak akan merambatkan energi (tenaga).

Sifat umum gelombang, antara lain :
a. Dapat dipantulkan (refleksi)
b. Dapat dibiaskan (refraksi)
c. Dapat dipadukan (interferensi)
d. Dapat dilenturkan (defraksi)
e. Dapat dipolarisasikan (diserap arah getarnya)

Pengertian Gelombang Transversal

Pengertian dan Contoh Gelombang Transversal 

Gelombang transversal, yaitu gelombang yang arah getarannya tegak lurus dengan arah rambatannya, misalnya gelombang pada tali dan gelombang cahaya. Suatu gelombang dapat dikelompokkan menjadi gelombang trasnversal jika partikel-partikel mediumnya bergetar ke atas dan ke bawah dalam arah tegak lurus terhadap gerak gelombang.

Contoh gelombang transversal adalah gelombang tali. Ketika kita menggerakan tali naik turun, tampak bahwa tali bergerak naik turun dalam arah tegak lurus dengan arah gerak gelombang. 

Titik tertinggi gelombang disebut puncak sedangkan titik terendah disebut lembah. Amplitudo adalah ketinggian maksimum puncak atau kedalaman maksimum lembah, diukur dari posisi setimbang. 

Jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada gelombang disebut panjang gelombang (disebut lambda – huruf yunani). 



Panjang gelombang juga bias dianggap sebagai jarak dari puncak ke puncak atau jarak dari lembah ke lembah.

Suatu gelombang dapat dikelompokkan menjadi gelombang trasnversal jika partikel-partikel mediumnya bergetar ke atas dan ke bawah dalam arah tegak lurus terhadap gerak gelombang. Contoh gelombang transversal adalah gelombang tali. Ketika kita menggerakan tali naik turun, tampak bahwa tali bergerak naik turun dalam arah tegak lurus dengan arah gerak gelombang. 

Amplitudo adalah ketinggian maksimum puncak atau kedalaman maksimum lembah, diukur dari posisi setimbang. Jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada gelombang disebut panjang gelombang (disebut lambda – huruf yunani). Panjang gelombang juga bisa juga dianggap sebagai jarak dari puncak ke puncak atau jarak dari lembah ke lembah.

Sumber:
repository.usu.ac.id

Pengertian Gelombang Mekanik

Pengertian Gelombang Mekanik

Gelombang mekanik adalah sebuah gelombang yang dalam perambatannya memerlukan medium, yang menyalurkan energi untuk keperluan proses penjalaran sebuah gelombang.

Contoh : Suara , merupakan salah satu contoh gelombang mekanik yang merambat melalui perubahan tekanan udara, dalam ruang tanpa udara, suara tidak bisa dirambatkan. 

Di pantai dapat dilihat ombak, yang merupakan gelombang mekanik yang memerlukan air sebagai mediumnya. Contoh lain misalnya gelombang pada tali atau per (slinky), gelombang bunyi., dan gelombang laut.



Sumber:

repository.usu.ac.id

Aplikasi Gelombang Dalam Bidang Biologi

Aplikasi Gelombang Dalam Bidang Biologi

Pemanfaatan perbedaan frekuensi gelombang pada warna. Dalam bidang kedokteran,  kata Dr. Erwin Tb. Kusuma, Sp.KJ, terapi warna digolongkan sebagai electromagnetic medicine atau pengobatan dengan gelombang elektromagnetik. 

Tanpa disadari tubuh memiliki respon bawaan yang otomatis terhadap warna dan cahaya. Hal itu dapat terjadi karena pada dasarnya warna merupakan unsur dari cahaya, dan cahaya adalah salah satu bentuk energi. Pemberian energi pada tubuh akan menimbulkan efek positif. 

Bila diaplikasikan ke tubuh, warna memiliki karakteristik energi tersendiri. Pemanfaatan warna tergantung pada permasalahan masing-masing yang dialami seseorang.

Bagaimana itu bisa terjadi ?
Di otak manusia ada kelenjar pineal yang bertugas mengatur ritme hidup dari hari ke hari.Ketika sinar mengenai mata dan kulit, gelombang warna akan berjalan melalui saraf menuju kelenjar itu. Warna yang berbeda memiliki panjang gelombang dan frekuensi yang berbeda pula. 

Perbedaan gelombang inilah yang bisa memengaruhi fungsi fisik dan psikologis manusia. Semua spektrum warna, menurut ahli terapi warna dan bunga, sebenarnya sama saja, yaitu mejikuhibiniu.



Prinsip yang kita kenal selama ini: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu . Jadi, yang membuat terapi warna bisa dimanfaatkan adalah bahwa frekuensi gelombang warna berbeda-beda.

Eryca Sudarsono dari Saraswati Inner Studies di Tangerang, Banten ini menyebutkan ada beberapa metode terapi warna. Di antaranya teknik sinar lampu atau lilin, pakaian, makanan (buah-buahan dan sayuran), air berenergi matahari, unsur dekorasi, dan visualisasi.

Sumber:

repository.usu.ac.id

Soal Ujian atau Tugas Gelombang Elektromagnetik

Soal Ujian atau Tugas Gelombang Elektromagnetik

Terkadang kita bingung dalam mencari materi bahan ujian ataupun tugas nah disini saya akan memberikan soal beserta jawabannya, semoga dapat membantu dalam belajar untuk menempuh ujian atau tugas:

Soal Ujian atau Tugas Gelombang Elektromagnetik
1. Gelombang elektromahnetik termasuk dalam gelombang apa? Jelaskan! 
Jawab: termasuk gelombang tranversal ynag tidak memerlukan medium rambat sehingga dapat merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan c= =2,998 x 108 m/s yang sama dengan kecepatan cahaya. 

2. Tuliskan hipotesis Maxwell! 
Jawab: apabila perubahan magnetic dapat menimbulkan medan listrik, maka sebaliknya perubahan medan listrik pun akan dapat menimbulkan medan magnetik. 

3. Sebutkan sifat-sifat gelombang elektromagnetik! 
Jawab: dapat merambat dalam ruang hampa, merupakan gelombang transversal, merambat dalam arah lurus (tak terpengaruh medan listrik dan medan magnetik) serta dapat mengalami peristiwa pemantulan, pembiasan, interferensi, difraksi, dan polarisasi. 

4. Tuliskan hubungan cepat rambat, panjang gelombang dan frekuensi gelombang elektromanetik! 
Jawab: c=ƒλ 

5. Semua gelombang elektromagnetik merambat dalam vakum dengan cepat rambat yang sama, yaitu? 
Jawab: c= 3 x 108 m/s 

6. Gelombang elektromagnetik terdiri dari? 
Jawab: terdiri dari medan listrik dan medan magnetik yang berubah secara periodik dan serempak dengan arah getar tegak lurus satu sama lain dan semua tegak lurus terhadap arah rambat gelombang 

7. Siapa orang yang pertama kali menguji hipotesis Maxwell? 
Jawab: Heinrich Hertz 

8. Sebutkan spektrum gelombang elektromagnetik berdasarkan kenaikan frekuensi atau penurunan panjang gelombang? 
Jawab: gelombang radio, gelombang mikro, sinar inframerah, sinar tampak (cahaya), sinar ultraviolet, sinar-X, sinar gamma. 

9. Gelombang radio memiliki jangkauan frekuensi yang cukup luas yang biasanya dihasilkan oleh? 
Jawab: rangkaian osilator dalam alat-alat eletronika 

10. Gelombang radio dihasilkan oleh? 
Jawab: muatan-muatan listrik yang dipercepat melalui kawat-kawat penghantar.

Sumber:

repository.usu.ac.id


Mekanisme Perambatan Gelombang Elektromagnetik

Mekanisme Dasar Perambatan Gelombang Elektromagnetik



Ada  beberapa mekanisme dasar perambatan gelombang elektromagnetik yang dikenal, yaitu : 

Refleksi (Pemantulan)
Refleksi  terjadi ketika gelombang elektromagnetik mengenai obyek yang memiliki  dimensi lebih besar dibandingkan dengan panjang  gelombang sinyal  dari pemancar gelombang. 

Refleksi terjadi pada permukaan bumi, bangunan, tembok, dan penghalang yang lain. Ketika gelombang radio  mengenai bahan  dielektrik sempurna,  sebagian dari energinya  ditransmisikan ke medium kedua, dan  sebagian  lagi dipantulkan kembali ke  medium pertama sehingga  tidak ada kehilangan energi karena penyerapan. 

Jika medium kedua adalah konduktor yang sempurna, maka semua energinya terpantul kembali ke medium pertama tanpa kehilangan energi. 

Scattering (Hamburan/Penyebaran)

Scattering terjadi ketika medium dimana gelombang  merambat mengandung obyek yang  lebih  kecil dibandingkan dengan panjang sinyal gelombang tersebut dan jumlah obyek perunit  volume sangat besar. Gelombang tersebar dihasilkan dari permukaan kasar, benda kecil, atau  obyek seperti tiang lampu dan pohon.



Refraksi (Pembiasan)
Refraksi digambarkan sebagai pembelokan gelombang radio yang melewati medium yang memiliki kepadatan yang berbeda. Dalam ruang hampa udara, gelombang elektromagnetik merambat pada kecepatan sekitar 300.000 km/detik. Ini adalah nilai konstan  c, yang umum  disebut dengan kecepatan cahaya tetapi sebenarnya merujuk kepada kecepatan cahaya dalam ruang hampa. 

Dalam udara, air, gelas, dan media transparan, gelombang elektromagnetik merambat pada kecepatan yang lebih rendah dari c.

Ketika suatu gelombang elektromagnetik merambat dari satu medium  ke medium  lain dengan kepadatan berbeda maka kecepatannya akan berubah. Akibatnya adalah  pembelokan arah gelombang pada batas kedua medium tersebut. Jika merambat dari medium yang kurang padat ke medium yang lebih padat, maka gelombang akan membelok ke arah medium yang lebih padat.



Difraksi (Lenturan)

Difraksi terjadi ketika garis edar radio antara pengirim dan penerima dihambat oleh permukaan yang tajam atau dengan kata lain kasar. Pada frekuensi tinggi, difraksi, seperti halnya pada refleksi, tergantung pada ukuran objek yang menghambat dan amplitudo, fase, dan polarisasi dari gelombang pada titik difraksi. 

Sumber:


repository.usu.ac.id

Sewa Bus Pariwisata, Sewa Bus Mudik dan Karyawan

Sewa Bus Pariwisata, Sewa Bus Mudik dan Karyawan
PO. Berdikari Jl. Raya Klari NO. 59 Kec. Klari Karawang Timur

Tulisan Terbaru